Museum Kereta Keraton


Museum Keraton Yogyakarta terletak di Jalan Rotowijayan, Kadipaten, Yogyakarta atau di sebelah barat Keraton Yogyakarta. Didirikan sejak Sri Sultan Hamengkubuwono VI menyimpan berbagai macam kereta kuda milik Keraton Kesultanan yang digunakan para sultan untuk menghadiri suatu acara yang diselenggarakan. 

Museum ini dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. Harga tiket masuk museum Rp5.000,00 dan dikenakan biaya tambahan Rp1.000,00 apabila menggunakan kamera.

Kereta Kanjeng Nyai Jimad
sumber : Dokumen pribadi
Terdapat berbagai 23 koleksi kereta kuda yang ada di museum tersebut. Termasuk kereta Mondro Juwolo, kereta yang pernah dipakai Pangeran Diponegoro. Dari 23 koleksi kereta kuda tersebut, hanya 18 kereta yang masih dipergunakan untuk upacara besar keraton, 5 kereta lainnya sudah tidak dipergunakan karena usianya yang tua.



       
Kereta Kyai Roto Praloyo
Kereta tertua di museum ini ada;ah Kereta Kanjeng Nyai Jimat. Nama Nyai ini diambil karena kereta tersebut berasal dari Belanda kemudian diserahkan kepada permaisuri Sultan, yaitu Kanjeng Raden Ayu. Kereta tersebut dibuat pada tahun 1750, lebih tua dari umur Keraton Yogyakarta. Sedangkan, kereta termuda adalah kereta Kyai Roto Praloyo atau kereta jenazah. Kereta tersebut dibuat tahun 1928 dan merupakan satu-satunya kereta keraton yang dibuat oleh keraton Yogyakarta dan digunakan untuk mengangkat jenazah raja ketempat pemakaman.


Apabila kereta keraton akan dipergunakan biasanya dilakukan ritual sesaji. Ritual sesaji ini bertujuan agar para abdi dalem yang melaksanakan tugas terhindar dari hal-hal yang buruk. Pada setiap 1 Suro atau 1 Muharram kereta keraton dimandikan.  Kereta keraton yang masih dipergunakan biasanya digunakan untuk upacara adat, pernikahan putri sultan, menyongsong Maulid Nabi, serta Festival Nusantara.

Komentar