Museum Kereta Keraton
Museum Keraton Yogyakarta terletak di Jalan Rotowijayan,
Kadipaten, Yogyakarta atau di sebelah barat Keraton
Yogyakarta. Didirikan sejak Sri Sultan Hamengkubuwono VI menyimpan berbagai
macam kereta kuda milik Keraton Kesultanan yang digunakan para sultan untuk
menghadiri suatu acara yang diselenggarakan.
Museum
ini dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. Harga tiket
masuk museum Rp5.000,00 dan dikenakan biaya tambahan Rp1.000,00 apabila
menggunakan kamera.
![]() |
| Kereta Kanjeng Nyai Jimad sumber : Dokumen pribadi |
![]() |
| Kereta Kyai Roto Praloyo |
Kereta
tertua di museum ini ada;ah Kereta Kanjeng Nyai Jimat. Nama Nyai ini diambil
karena kereta tersebut berasal dari Belanda kemudian diserahkan kepada
permaisuri Sultan, yaitu Kanjeng Raden Ayu. Kereta tersebut dibuat pada tahun
1750, lebih tua dari umur Keraton Yogyakarta. Sedangkan, kereta termuda adalah
kereta Kyai Roto Praloyo atau kereta jenazah. Kereta tersebut dibuat tahun 1928
dan merupakan satu-satunya kereta keraton yang dibuat oleh keraton Yogyakarta
dan digunakan untuk mengangkat jenazah raja ketempat pemakaman.
Apabila
kereta keraton akan dipergunakan biasanya dilakukan ritual sesaji. Ritual
sesaji ini bertujuan agar para abdi dalem yang melaksanakan tugas terhindar
dari hal-hal yang buruk. Pada setiap 1 Suro atau 1 Muharram kereta keraton
dimandikan. Kereta keraton yang masih
dipergunakan biasanya digunakan untuk upacara adat, pernikahan putri sultan,
menyongsong Maulid Nabi, serta Festival Nusantara.



Komentar
Posting Komentar